Cara Kerja Sales Funnel Untuk Membangun Bisnis


Cara Kerja Sales Funnel Untuk Membangun Bisnis


Punya bisnis tapi bingung bagaimana cara menawarkan produk kepada pelanggan dengan benar?

Jika Iya, kalian harus belajar Cara Kerja Sales Funnel Untuk Membangun Bisnis agar produk teman-teman bisa di terima dengan baik di pasar.

Menjual barang itu ada seni nya. Mungkin sebagian orang berhasil menjual barangnya dengan mudah kepada pelanggan namun banyak yang gagal menjual produk mereka karena penolakan dll.

Dalam dunia marketing ada beberapa hal yang harus kita perhatikan dalam hal menawarkan produk atau barang kepada calon pelanggan apalagi calon pelanggan yang baru dan belum mengenal produk kalian.

Ada dua teknik menjual barang yang sering dipakai oleh para penggiat bisnis entah online mau pun offline yaitu hard selling dan soft selling.

Hard Selling merupakan metode menjual atau menawarkan barangnya secara langsung tanpa basa-basi.

Jika kita analogikan hard selling ini sama seperti orang yang sedang berjual es di pinggir jalan.

Jika teman teman melihat penjual es di pinggir jalan mereka memasang banner jenis es dan harga nya di banner  yang mereka pasangyang artinya jika pelanggan ingin membeli silakan datang ke situ jika pelanggan tidak ingin membeli ya sudah lewat saja.

Analogi lain adalah bayangkan ada seseorang datang kepada kalian dan langsung menyodorkan sesuatu dalam kotak lalu meminta kalian untuk membeli barang tersebut. Apa reaksi kalian? Nah kurang lebih begitulah yang di sebut Hard selling.

Sedangkan Softselling merupakan kebalikan dari metode hard selling, di mana saat kita mau menjual barang atau produk namun tidak dengan menjualnya secara langsung, melainkan dengan berapa strategi supaya produk kita sampai kepada pelanggan dengan tepat dan memastikan pelanggan membeli barang kita sehingga pada akhirnya mereka menjadi pelanggan setia kita.

Dari kedua metode di atas semuanya sah-sah saja dan tergantung dari strategi marketing penjual masing-masing namun ada beberapa pertimbangan sebelum kita memilih menggunakan hard selling atau soft selling.


Hard selling dengan produk baru dan kepada calon pelanggan baru adalah hal yang BODOH! 
Soft Selling dengan produk lama dan kepada calon pelanggan lama adalah BUANG-BUANG WAKTU!
Dari kedua kalimat di atas kalian sudah bisa menangkap maksud saya?

Kapan kita gunakan hard selling dan kapan menggunakan soft selling.

Kenapa hal ini penting? Karena kalau salah menggunakan metode maka pelanggan akan kabur semua serta waktu kalian terbuang sia-sia.

Lalu apa hubungan nya dengan Sales Funnel?

Di artikel kali ini saya akan menjabarkan mengenai metode soft selling menggunakan tehnik sales funneling (hard selling tidak perlu di ajarin udah pada tau cara nya haha) 

Sales Funnel merupakan teknik yang cukup akurat dan sering digunakan oleh berbagai penggiat bisnis maupun online ataupun off line tentunya dengan strategi yang berbeda beda namun tetap menggunakan format sales funnel.

Apa itu funnel? Funnel sama dengan corong.

Cara Kerja Sales Funnel Untuk Membangun Bisnis
Sales Funnel


Jika teman melihat corong yang bentuk nya seperti piramida terbalik dengan rongga yang memiliki diameter semakin ke bawah semakin kecil.

Begitu pula format dari sales funnel yang akan kita pakai untuk membangun pelanggan setia kita.

Dalam teknik funneling standard, setidaknya ada tiga tahap yang harus dilakukan atau dilalui sampai kita mendapatkan pelanggan kita di akhirnya.

1. Tahap Satu


Jika kita hubungkan dengan bentuk corong, kita akan mulai dari diameternya yang paling besar yang artinya kita mulai dari bagian atas.

Di bagian atas ini merupakan tahap pertama dari proses sales funnel.  

Di tahap pertama ini kita memiliki tujuan untuk menarik calon pelanggan sebanyak banyak nya.

Lalu caranya bagaimana?

Caranya kita akan menggunakan tehnik menarik pelanggan dengan memberi apa yang mereka butuhkan atau setidaknya buat mereka memiliki pemikiran bahwa mereka membutuhkan barang tersebut.

Dalam hal membeli barang ada yang di sebut demand atau tingkat kebutuhan. Hal inilah yang kita bangun di mindset calon pelanggan untuk menarik mereka masuk dalam funnel kita.
Tugas awal sebelum masuk dalam funneling tahap 1 kita harus tau tingkat kebutuhan dari pelanggan dan mulai megedukasi mereka untuk menarik perhatian mereka masuk dalam funnel yang kita buat.

Praktek nya bagaimana?

Setelah kita temukan tinkat kebutuhan pelanggan, lalu kita memberikan mereka solusi yang bersifat gratis. Ya Gratis! Ini merupakan teknik awal yang cukup kuat dalam menarik pelanggan.

Karena kecendruangan jika tingkat kebutuhan ada atau bahkan tinggi maka di padukan dengan teknik gratis ini akan meningkatkan minat dari calon pelanggan.

Kita contohkan saja jika teman teman sedang menjual sebuah materi pembelajaran online.

Tahap awal yang teman-teman bisa lakukan adalah dengan memberikan kepada mereka berupa e-book gratis, artikel gratis vidio book gratis atau semua hal hal yang bersifat gratis.

Karena adanya tingkat kebutuhan, maka secara otomatis hal ini dapat menarik perhatian calon pelanggan Kita untuk masuk ke dalam funneling tahap awal kita.

Media untuk menarik pelanggan bisa dari berbagai arah. Bisa melakukan tahap awal ini dengan promosi di sosial media atau media lainnya namun pada akhirnya kita harus mendaptkan lead seperti email list atau nomor telepon untuk amunisi di funneling tahap 2.

Untuk mendapatkan lead akan kita bahas di artikel lain agar fokus. Disnini kita kan membahas secara menyeluruh Cara Kerja Sales Funnel Untuk Membangun Bisnis.

Untuk masuk ke tahap 2 kalian bisa menambah jembatan nya sesuai kebutuhan agar perpindahan nya terlihat smooth.

2. Tahap Kedua


Tahapan sales funnel yang kedua ini merupakan tahap yang lanjutan. Di sini kita akan melakukan seleksi dari sekian banyak calon pelanggan yang kita dapat untuk masuk ke dalam pelanggan setia kita.

Note: Kita masih memakai contoh Menjual materi pembelajaran online.

Tahap kedua ini kita akan coba menyeleksi berapa orang yang memiliki tingkat kebutuhan yang lebih tinggi terhadap produk kita.

Contoh teknik nya adalah, kita memberikan kepada mereka kursus atau workshop webinar namun dengan harga yang sangat murah yang tidak menjadi beban untuk para calon pelanggan kita.

Selain dengan cara di atas, kalian juga bisa menggunakan cara meminta calon pelanggan untuk komen atau share postingan kalian mengenai workshop atau webinar jika ingin bergabung.

Intinya adalah kalian meminta calon pelanggan kalian untuk melakukan sebuah tindakan atau action. Dengan cara ini kita bisa melihat feedback dari calon pelanggan kita yang mana yang memiliki tingkat kebutuhan tinggi terhadap materi yang akan kita bagikan.

Jika kita sudah mendapat data atau list orang-orang yang sudah rela mebayar atau share untuk ikut kursus atau webinar kita maka kita sudah bisa masuk dalam tahap ketiga.

Pelanggan yang rela melakukan tindakan untuk bisa join materi kita adalah orang-orang yang besar peluang nya akan membeli produk utama kita.

Di tahap ini juga sering disebut tahap prospek, di mana kita mendapat atau kita mengkonvert dari sejumlah besar pelanggan dari lead yang kita dapatkan di tahap satu masuk ke dalam tahap kedua.

Disini kita ingin melihat seberapa besar daya beli dan tingkat kebutuhan dari pelanggan kita ini untuk belajar, maka kita sudah mendapatkan sekelompok orang yang siap untuk di followup menjadi pelanggan setia kita.

3. Tahap Tiga

Di tahap ketiga ini merupakan tahap dimana kita sudah bisa menawarkan produk utama kita.

Note : Kita masih memakai contoh Menjual materi pembelajaran online.

Di Tahap ini kita sudah bisa menawarkan kepada pelanggan yang sudah lolos di tahap 2 tadi dan sudah kita kelompokan untuk menjadi target sasaran kita menawarkan produk utama kita.

Jika kita sudah sampai di tahap ini artinya kita sudah memiliki calon pelanggan setia yang mana memiliki peluang membeli yang tinggi karena sudah melewati tahap satu dan tahap dua.

Silahkan menawarkan produk unggulan kita kepada mereka dengan cara yang tetap smooth. Sehingga para pelanggan kita ini tidak menyadari mereka sedang di prospek dengan sales funnel teknik.


Tips:


Di tahap ketiga ini ada dua kemungkinan:

Pertama kita akan mendapatkan pelanggan yang sangat loyal dengan produk yang kita jual bahkan mereka rela untuk mempromosikan produk yang kita jual kepada orang lain.

Yang kedua adalah kita akan mendapatkan testimoni buruk dari calon pelanggan setelah mereka membeli produk utama kita.

Kedua hal ini mungkin saja terjadi jika para pembeli produk kita ini merasakan efek dari produk yang kita buat.

Kesimpulan


Di sini yang ingin saya ajarkan bukan hanya cara kerja funnel saja melainkan cara untuk membuat pelanggan kita setia kepada kita bahkan mempromosikan produk yang kita buat.

Untuk sampai di tahap ini hal yang perlu kita lakukan adalah mempersiapkan produk yang kita jual.

Karena bagaimanapun keberhasilan tehnik funneling kita akan sia-sia jika produk utama kita tidak memuaskan, malahan akan menjadi bumerang untuk bisnis kita.

Jadi pastikan produk utama kita sudah benar-benar mantap lalu lakukan funneling.

Jika ada pertanyaan silahkan komen. Selamat mencoba

3 Responses to "Cara Kerja Sales Funnel Untuk Membangun Bisnis"

  1. Hmmm jadi gitu cara kerjanya sales funnel baru tau ane ..

    ReplyDelete
  2. Even an awkward ask is better than not asking. And the more we ask the faster we find out what works and when. There are lots of ways to "ask for it," and there are hundreds of sales tips that address this specifically.scripts for sales calls

    ReplyDelete
  3. Keep it simple and make sure you review the effectiveness on an ongoing basis because if you change your business and go-to-market sales strategy then chances are your sales incentive plan will need to change too.gatekeeper script for cold calling

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel